Daerah Dilanda Bencana: Banjir Brebes hingga Karhutla Riau

NUSANTARA
externalexternalexternalexternal
Daerah Dilanda Bencana: Banjir Brebes hingga Karhutla Riau
BPBD Kabupaten Brebes bersiap mengevakuasi korban banjir pada Rabu malam (25/3/2026). /Polindo

Article Header Image Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 25-26 Maret 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya enam kejadian menonjol yang didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir serta kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari mengatakan, BNPB terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan sejumlah bencana tersebut.

“BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan korban terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan kondisi di wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Banjir di Brebes

Salah satu kejadian terbaru adalah banjir yang melanda Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir terjadi di Kecamatan Ketanggungan yang meliputi Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padasugihan, Dukuhturi, dan Buara.

Sebanyak 568 rumah yang dihuni 568 kepala keluarga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 34 warga dilaporkan mengungsi di Desa Karangmalang, baik di rumah warga maupun fasilitas kesehatan setempat.

Banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air. Selain itu, luapan Sungai Babakan turut memperparah genangan yang merendam permukiman dan akses jalan warga.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 100 sentimeter. Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama tergenang sehingga mobilitas masyarakat terganggu. Infrastruktur jembatan juga dilaporkan mengalami penurunan yang menyebabkan akses menuju Desa Buara sempat terputus.

Selain kerusakan infrastruktur, banjir juga menyebabkan kerugian warga berupa 13 ekor kambing yang hanyut terbawa arus.

Banjir di Seram Bagian Barat

Di hari yang sama, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku pukul 10.22 WIT. Banjir terjadi di Kecamatan Seram Barat, tepatnya di Desa Piru dan berdampak pada 541 jiwa serta 177 unit rumah.

Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIT. Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul darurat di Dusun Air Pessy setelah sebuah pohon roboh dan menghambat aliran sungai.

Selain itu, luapan air dari Telaga Namaola turut menyebabkan permukiman warga di sekitar wilayah tersebut terendam.

Saat ini BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat masih melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk mendukung upaya penanganan darurat di lokasi terdampak.

Karhutla di Kalimantan Tengah dan Riau

BNPB juga mencatat perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, total luasan lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 25 Maret 2026 tercatat mencapai 321,21 hektare, dengan penambahan sekitar 1,28 hektare pada periode pelaporan terakhir.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman serta patroli darat guna mencegah perluasan titik api.

Sementara itu di Provinsi Riau, luas kebakaran hutan dan lahan sejak awal tahun hingga 24 Maret 2026 tercatat mencapai 2.713,26 hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan udara serta peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran.

Banjir di Jawa Timur

BNPB juga memperbarui data banjir di Provinsi Jawa Timur yang terjadi di Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto.

Di Kabupaten Pasuruan, banjir berdampak pada 6.851 rumah yang dihuni 6.851 kepala keluarga atau sekitar 21.553 jiwa. Saat ini sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan lingkungan.

Sementara di Kabupaten Mojokerto, banjir berdampak pada 146 rumah yang dihuni 175 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa. Dari jumlah tersebut, 275 warga masih berada di lokasi pengungsian.

“BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan,” kata Abdul Muhari.

BNPB bersama BPBD serta unsur terkait saat ini terus melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak, mulai dari evakuasi warga hingga pemulihan kondisi pascabencana. []

Editor : Aldi


Berita Terkait