Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, 5 Tewas dan 31 Selamat

NUSANTARA
externalexternalexternalexternal
Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, 5 Tewas dan 31 Selamat
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam (3/7/2025), 5 tewas, 31 selamar dan 30 sisanya masih dalam pencarian. /Polindo

Article Header Image Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu malam, (2/7/2025) pukul 23.20 WIB saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. 

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan hingga Kamis (3/7/2025) pukul 16.00 WIB, jumlah korban yang ditemukan bertambah menjadi 36 orang.

"Hari ini korban meninggal yang ditemukan ada 1 bertambah jadi 5 orang dan ditemukan 1 selamat bertambah jadi 31 orang," kata Nanang. 

Nanang menyampaikan korban-korban tersebut telah dievakuasi dan diidentifikasi di beberapa titik, yakni Polsek Gilimanuk, ASDP Gilimanuk, dan RSU Negara. 

"Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di area perairan Selat Bali. Cuaca relatif stabil namun arus cukup kuat, sehingga kami perluas pola pencarian dan menambah armada untuk menjangkau lebih jauh," ujarnya. 

Saat ini jumlah korban yang masih dalam pencarian tercatat 42 orang dan upaya pencarian akan terus dilakukan. 

"Pencarian masih dilakukan sambil melihat kondisi cuaca laut," jelasnya.

Menurut laporan petugas jaga Syahbandar Gilimanuk yang menyaksikan langsung insiden tersebut, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam dalam waktu singkat.

Basarnas bersama TNI AL, Polairud Polda Jatim, BPBD, relawan SAR, dan masyarakat pesisir melakukan upaya pencarian intensif. Pencarian dilakukan menggunakan kapal laut, drone, serta helikopter, dengan pembagian sektor di sekitar titik lokasi tenggelam dan jalur arus laut.

Selain itu, ambulans dari sejumlah relawan disiagakan di Pelabuhan Ketapang untuk mengantisipasi penemuan korban baru. 

"Kami juga mengimbau kepada nelayan dan kapal yang melintas agar membantu memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya. 

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi kejadian nahas tersebut dan membeberkan kronologi kejadian.

Disebutkan, KMP Tunu Pratama Jaya membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan.

Dilaporkan, kejadian tersebut pertama kali terpantau pada pukul 23.20 WIB, ketika KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan dan menyampaikan permintaan bantuan melalui saluran komunikasi radio. 

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal mengalami blackout pada pukul 23.35 WIB. Tidak lama berselang, kapal tersebut terbalik dan hanyut ke arah selatan, dengan posisi terakhir tercatat pada koordinat -08°09.371', 114°25.1569'," kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Kamis (3/7/2025).

"Saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban atau kondisi seluruh penumpang, mengingat operasi SAR masih berlangsung intensif di lokasi kejadian," ujarnya menambahkan. 

Kata dia, penanganan tanggap darurat dan proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi dan Basarnas, serta didukung penuh oleh seluruh unsur terkait, termasuk ASDP.

"Hingga saat ini, sembilan kapal SAR telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan, terdiri dari dua kapal Basarnas, dua kapal KSOP, dua kapal milik PT Raputra Jaya, dua KRI TNI AL, dan satu kapal dari unsur Polairud," sebutnya.

"ASDP menyampaikan empati yang mendalam atas musibah ini. Saat ini, kami fokus mendukung proses evakuasi dan penyelamatan yang dilakukan oleh otoritas berwenang, serta memastikan tidak ada gangguan layanan pada lintasan penyeberangan lainnya," tambahnya.

Di sisi lain, ASDP mengimbau khususnya pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk untuk tetap tenang, waspada terhadap kondisi cuaca, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas pelabuhan.

"Situasi operasional di pelabuhan tetap dikendalikan secara ketat dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran," kata Shelvy.

"Informasi lanjutan terkait perkembangan kecelakaan, kepada awak media dapat menghubungi KSOP Tanjung Wangi dan Basarnas. Hal ini untuk menghindari simpang siur informasi dan memastikan publik menerima data yang sah dan terverifikasi," tegasnya. []

Editor : Endah Lismartini


Berita Terkait