Lanal Mataram Siaga Usai Temuan Mirip Torpedo di Perairan NTB

NUSANTARA
externalexternalexternalexternal
Lanal Mataram Siaga Usai Temuan Mirip Torpedo di Perairan NTB
Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo. Antara\Polindo

Article Header Image Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram menegaskan komitmennya untuk menjaga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) usai temuan mirip torpedo.

Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo mengatakan jajaran TNI AL akan mengamankan setiap jengkal wilayah laut NTB. Hal itu sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut.

"TNI AL beserta jajaran berkomitmen untuk menjaga setiap jengkal kedaulatan dan keamanan laut NTB,” kata Asep di Mataram, Rabu (8/4/2026).

Asep menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi aktivitas tanpa izin di perairan teritorial NTB, termasuk penggunaan perangkat bawah air yang tidak berkepentingan.

Menurut dia, pihak yang hendak melakukan kegiatan pariwisata maupun penelitian akademis di kawasan perairan wajib mengantongi izin dari Kementerian Pertahanan.

“Semua kegiatan pariwisata, kepentingan akademis, semuanya harus berdasarkan izin, yang mana izin ini dari Kementerian Pertahanan,” katanya.

Soal temuan benda mirip torpedo, Asep mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Tetap tenang, tidak berspekulasi, tetap beraktivitas seperti biasa dan segera melaporkan jika ada anomali atau benda-benda asing yang sekiranya membahayakan navigasi dan lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan benda asing mirip torpedo dengan panjang sekitar 3,7 meter, diameter 65 sentimeter, dan berat sekitar 2 ton tersebut telah diamankan.

“Benda tersebut telah diamankan di Lanal Mataram di bawah pengawasan ketat oleh kepolisian militer jajaran Lanal Mataram,” katanya.

Meski belum diketahui fungsi dan kegunaannya, TNI AL telah memperoleh hasil pemeriksaan awal dari Tim Gegana Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda NTB.

“Dari hasil investigasi awal Gegana kepolisian menyatakan bahwa barang tersebut tidak mengandung radioaktif dan bahan peledak,” ucap Asep.

Benda asing tersebut pertama kali ditemukan nelayan bernama Harianto (28) dalam posisi mengapung di perairan sebelah utara Gili Trawangan dengan jarak sekitar 10 mil dari bibir pantai.

Atas temuan itu, Harianto kemudian menginformasikan kepada anggota Pospol Gili Trawangan dan benda tersebut dievakuasi ke pesisir Gili Trawangan. [Ant]

Editor : Yudha


Berita Terkait